Influenza

/ 03/11/13 /

Hacih. Biasanya begitu bunyi bersin.
Biasanya aku akan segera bergeser. Menggunakan cairan anti-bakteri di tangan.
Merogoh ke dalam, tas, mengeluarkan tisu basah anti-bakteri. Dan ku sapu segala permukaan.

Uhuk-uhuk. Biasanya begitu bunyi batuk.
Biasanya aku akan segera menahan nafas. Menggunakan cairan anti-bakteri di tangan.
Merogoh ke dalam, tas, mengeluarkan sebotol semprotan desinfektan. Dan kusemprotkan ke atas kepala.

Srot-srot. Biasanya begitu bunyi hidung yang menahan ingus.
Biasanya aku akan segera mengernyit dan memicing mata. Menggunakan cairan anti-bakteri di tangan.
Merogoh ke dalam, tas, mengeluarkan vitamin C tablet. Dan kuminum dengan air putih dalam botol minumku.

Kebanyakan orang menganggap influenza sepele. Padahal setiap tahun pasti saja mereka memiliki kemungkinan untuk terpapar influenza barang tiga hari sampai seminggu. Setiap tahun. Barang tiga hari sampai seminggu.

Influenza itu berbahaya. Dia tenang hadir dalam tubuh manusia, bertahan disana dalam jangka waktu yang membuatmu sesaat menderita. Karena hidungmu gatal dan kau harus bersin (begitu keras, hingga kadang meninggalkan perih di pangkal tenggorokan dan tulang hidung). Karena tenggorokanmu gatal dan kau harus terbatuk-batuk dan mendapati dirimu bersuara parau seperti bebek. Karena dirimu harus mengeluarkan suara yang menggelikan bernada srat-srot akibat menahan ingus yang (kau takut) akan menetes, dan tidak dapat dibersihkan walau telah berjuta kali kau ber-sisi dengan tisu (hingga membuat hidungmu merah seperti Rudolf si rusa natal).

Kebanyakan orang tidak menganggap penting bahwa setiap tahun vitalitas mereka berkurang karena influenza yang datang, disaat cuaca sedang sendu-sendunya sehingga kau lengah. Ia masuk dan tinggal. Barang tiga hari sampai seminggu. Begitu akan terulang lagi pada tahun selanjutnya. Pada cuaca sendu dan kau lengah.

Cuaca sendu, kau lengah. Tiga hari, sampai seminggu. Terulang lagi.

Terulang lagi. Cuaca sendu, kau lengah. Tiga hari, sampai seminggu.

Lihatlah bahkan mereka memiliki pola. Yang sama. Begitu membosankan dan dapat diprediksi.

Terulang lagi.

Cuaca sendu lagi.

Kau lengah lagi.

Tiga hari-sampai seminggu lagi. Kau kena influenza.

Membosankan.

Dan kau tetap membiarkan mereka datang dengan pola yang sama. Bodohkah kau?

Atau kau memang senang dengan sesuatu yang (kau anggap ketidakteraturan yang tidak terprediksi) berpola dan membosankan?

Seperti influenza (yang menjangkitimu setiap tahun)?




 
Copyright © 2010 Sophisticated Mind, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger