Dialog Mimpi

/ 02/09/12 /

Hai Mimpi, hari ini aku bertemu kamu lagi.
Entah kenapa kamu bisa membaca semua yang ada di pikiranku dan menginterpretasikan maknanya dengan ketepatan yang hampir tidak mendekati.
Bisakah kali ini kita berbincang saja? Dengan bahasa yang percaya pada makna yang tidak tersembunyi?
Bukankah akan sangat melelahkan jika pikiran kita tidak dapat menikmati saat ini? Saat dialog ini terjadi?

Mimpi, kemarin aku mengagumi gumpalan awan yang bentuknya menyerupai Centaurus. Tegap dan gagah, dengan panah. Lalu hari kemarinnya lagi aku mengagumi laba-laba yang dengan indahnya merajut jejaring di pinggiran sudut atas langit-langit kamarku. Bagaimana denganmu Mimpi?

Masihkah kau mengagumi hal yang sama pada dialog terakhir kita?
Wah, kau begitu setia. Tidak keberatankah kau jika sekarang kau yang aku kagumi?

Mengapa Mimpi? Mengapa kau simpan setia itu untuk satu kekaguman yang sama dari waktu ke waktu?

Kau tidak pernah memberikanku penjelasan yang cukup waras untuk dapat dimengerti.

Mengapa Mimpi? Bagaimana bisa kau memelihara besaran rasa kagum yang sama dari menit ke menit? Tidak kah kau bosan?

Mimpi, kemarin aku bertemu dengan orang-orang yang sangat menyenangkan. Mereka meninggalkan bekas yang nyaman di hati ini untuk terus dipelihara. Mereka membuatku bahagia.
Apakah kau pernah juga merasakan bahagia semacam ini? Apakah kau pernah berbahagia atas kehadiranku?

Kenapa setiap dialog antara aku dan kamu selalu berujung menggantung? Biarpun, kau dan aku tetap kembali terlibat di dalam dialog yang sama, lagi dan lagi. Tidak kah kita bosan?
Tidak kah kita ingin melakukan hal lain selain berdialog, Mimpi?

Aku punya ide, bagaimana jika kita menghabiskan satu hari tanpa bicara? Tanpa suara, tanpa pertukaran makna. Tanpa celah ambil nafas diantara susunan kata, tanpa aku menggigit bibir ketika tidak dapat menemukan deskripsi yang tepat. Tanpa kau yang menyeka rambut dan menyisip secangkir teh hijau.

Bagaimana, Mimpi? Bisakah kita?


 
Copyright © 2010 Sophisticated Mind, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger