Sajak tentang Angin
/
04/09/11 /
Kamu dingin. Layaknya angin yang terburu berlari.
Terburu menghampiri.
Hendak mengabari.
Hembusmu dari jauh melenakan.
Tapi kudekap dan kau hilang.
Memencar. Ke awan. Ke hujan. Ke dalam sela-sela ventilasi rumah.
Kamu dingin.
Meniup ke segala arah. Terlunta mencari tujuan.
Mengejang tiupmu, kemudian pekat.
Menjadi-jadi,
Mengacak-acak tanah yang berpasir.
Membiarkan mata terpedih berair.
Kamu dingin. Kamu angin. Angin dingin.
Tak hingga kutahan kau dalam kelindan dua tanganku.
Tak kuasa kutatap putarmu ketika pekat menerbangkan pasir debu.
Kamu angin. Kamu dingin. Angin dingin.
Pesonamu abadi dalam jarak.
Kulantunkan sajak perindu,
maka tetaplah berhembus.
Kamu angin. Kamu dingin. Angin dinginku.